Agar Hasil Lebih Maksimal, Yuk Pahami Tahapan Cara Pemasangan Paving Yang Benar

Dalam suatu konstruksi tentu akan diikuti dengan tahapan yang tidak sederhana. Anggap saja dalam proses pemasangan jalan paving, penyedia jasa akan melakukan setidaknya empat fase. Meski demikian, jasa paving block harus melakukan dengan tepat. Hal ini dianggap penting untuk menjamin kualitas. Lantas apa saja tahapan yang wajib diperhatikan tersebut? Berikut ulasannya.

Tahapan Pemasangan Paving Secara Umum

1. Pemasangan Kanstein

Secara gamblang, memasang paving tampak layaknya bermain sebuah puzzle. Agar setiap bagian dari puzzle terpasang dengan rapi, maka dibutuhkan frame atau pinggiran. Prinsip ini tidak jauh dari penerapan paving di jalanan. Kanstein akan berperan sebagai penahan gaya gesek yang terjadi dari lalu lintas di atas paving. Caranya adalah dengan menjadi frame.
Kekuatan kanstein sendiri didasari dari perannya sebagai beton penyokong dan back up concrete. Pengaplikasiannya pun tidak boleh sembarangan, karena harus dipasang dengan rapi dan tidak memiliki rongga. Contohnya saja adalah kanstein yang dipasang memutari tanaman. Dengan demikian, paving block tidak akan bergeser dan akan tetap berada di posisi tersebut.

2. Menggelar Pasir Atau Abu Batu

Agar Hasil Lebih Maksimal, Yuk Pahami Tahapan Cara Pemasangan Paving Yang Benar

Jasa paving block akan melanjutkan kinerjanya dengan menggelar pasir atau abu batu. Opsi ini bisa Anda dapatkan tergantung pada ketersediaan bahan oleh pihak jasa. Yang perlu Anda garis bawahi adalah jenis material yang terdiri dari Pre-compacted dan un-compacted. Kedua dasaran tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing.

Jenis pre-compacted datang dengan kondisi yang sudah semi padat. Loose bedding atau dasaran yang masih terurai nantinya akan dipadatkan dengan bantuan alat Stamper plat. Dengan dasaran yang telah dipadatkan, maka proses jidar atau penarikan garis dapat dilakukan dengan lebih cepat dan sempurna.
Berbeda lagi dengan tipe Uncompacted, yang mana diartikan dengan tidak dipadatkan. Perbedaannya tentu ada dari hasil dasaran itu sendiri dan proses jidar. Pada tipe ini, jidar pun akan langsung dilakukan setelah pasir digelar. Dengan demikian, hasil jidar dan proses pemadatan nantinya akan dilakukan bersamaan oleh jasa paving block.

3. Pemasangan Paving

Jika proses jidar telah usai dan dasaran telah merata, maka Anda dapat melanjutkan di tahap pemasangan balok paving. Berkaitan dengan balok paving, Anda dapat memilih desain dan modelnya sesuai keinginan. Yang paling umum adalah model bata, yang kemudian akan diatur sedemikian rupa untuk menghasilkan pola basket, herringbone, atau stretcher.
Untuk mendapatkan hasil yang paling optimal, pemasangan harus dilakukan dengan hai hati. Tidak boleh ada sela, jarak, atau ruang di antara setiap balok. Umumnya hal ini terjadi karena pemasangan dilakukan dengan meletakkan balok dan menggesernya di atas tanah. Sedangkan, yang baik adalah meletakkan langsung dempet dengan balok lainnya.

4. Pemasangan Filler Joint Untuk Pemadatan

Tahap terakhir adalah pengisian joint filler yang ada di antara balok paving. Di tahap ini, pasir atau abu batu akan ditaburkan pada sisi sisi paving block yang ditujukan untuk memadatkan area. Tak jarang jasa paving block pun akan menggunakan stamper plate agar paving lebih rekat dan tidak mudah terurai. Dengan begitu, lintasan block pun sudah selesai.

Dari Ketiga Tahap Tersebut, Memang Tampak Sangat sederhana dan tak membutuhkan banyak proses. Namun dalam prakteknya, pemasangan paving bukanlah hal yang mudah. Pekerja harus memasang kanstein sebagai pinggiran, menggelar abu batu atau pasir sebagai dasaran, memasang balok paving satu demi satu, dan memadatkannya. Tak ayal proses ini akan memakan waktu.

Leave a Comment