Yuk Kenali Jenis Paving Block Menurut Standar Nasional Indonesia di Sini

Jika Anda sering memperhatikan lingkungan sekitar, tentu sudah tidak asing lagi dengan material paving block. Penggunaan material ini cukup efektif untuk digunakan sebagai pelapis jalan. Namun tahukah Anda jika material yang digunakan jasa paving block ini sudah melalui cara uji kuat tekan? Untuk lebih lanjut, yuk simak ulasan lebih lanjut berikut.

Material Yang Digunakan Untuk Paving Block

Mengintip Cara Uji Kuat Tekan Paving Block yang Bermutu

Seperti yang sudah diketahui, ada berbagai jenis material yang digunakan untuk melapisi jalan. Material yang akan diaplikasikan ini disesuaikan dengan volume lalu lintas suatu jalan. Biasanya struktur jalan dengan traffic lalu lintas tinggi seperti jalan raya akan berbeda dengan struktur jalan dengan lalu lintas rendah seperti di dalam kota. Untuk solusi pelapis jalan di lalu lintas bervolume rendah, maka bisa menggunakan paving block. Lebih luasnya, material perkerasan jalan ini akan diaplikasikan untuk jalan, trotoar, tempat parkir, dan lain sebagainya. Agar dapat bertahan lama dan memenuhi standar penutup jalan, paving block dibuat dengan material khusus dan juga kuat.

Pada umumnya, material penyusun pengeras jalan yang digunakan jasa paving block ini terdiri dari agregat kasar, agregat halus, semen, dan air. Namun, ada juga paving block yang tersusun dari kapur dan tanah dengan anggaran yang lebih murah jika dibandingkan dengan bahan dasar pasir serta semen. Selain itu, kualitasnya juga lebih jauh di bawah paving block semen.

Cara Menghitung Uji Kuat Tekan Pada Material Paving Block

Berbicara tentang ketahanan dari paving block, Anda beberapa proses pengujian apakah material telah memenuhi kualitas yang disyaratkan atau belum. Pasalnya semakin tinggi kualitas paving block, maka juga kian besar juga nilai kuat tekan dari material tersebut. Sebelum mengetahui cara menghitung uji kuat tekan ini, ada baiknya mengetahui jenisnya terlebih dahulu.

Setidaknya, terdapat empat jenis paving block yang tersedia di pasaran dengan mutu beragam. Hal ini penting diperhatikan, mengingat kurang bijaksana dalam pemilihan paving block akan mempengaruhi proses dan hasil akhir pengerjaan. Selain itu, mengetahui jenis material sesuai mutu juga akan menghindarkan jasa paving block agar tidak mengalami pemborosan.

Perlu diketahui, berdasarkan mutunya terdapat empat jenis paving block mulai dari mutu A, B, C, hingga D. Masing masing paving block didesain untuk menahan berat di atasnya dengan ukuran yang berbeda. Untuk yang bermutu tinggi, biasanya digunakan di jalanan dengan volume tinggi. Sedangkan paving block dengan mutu rendah digunakan ruang yang tidak menampung beban berat.

Setelah mengetahui jenis jenis paving block, maka saatnya melakukan uji kuat tekan. Langkah pertama yang harus diterapkan yaitu dengan metode struktur. Biasanya pengujian ini dilakukan oleh jasa pemasangan paving profesional dengan menggunakan mesin penguji tekan. Nilai kuat tekan yang akan diperoleh dari alat tersebut harus dibagi dua dengan luas penampang benda. Selain itu, ada juga metode lainnya yang dilakukan oleh jasa paving block dengan rasio angka pantul menggunakan mesin Hammer Test. Jasa profesional akan melakukan pengetesan dengan cara membidik di sekitar titik SNI selama sepuluh kali secara berturut turut. Untuk mendapatkan hasil yang akurat, maka nilai yang keluar tersebut dihitung rata ratanya.

Dari cara perhitungan tersebut, memang cukup sederhana dan tidak membutuhkan banyak langkah. Namun dalam prakteknya, pemasangan paving bukanlah hal yang sederhana. Pasalnya, serangkaian proses tersebut harus dilakukan secara benar agar mendapatkan hasil maksimal. Selain itu, penting juga mengetahui jenis jenis paving block agar mengetahui kebutuhannya secara tepat.

Leave a Comment