Yuk Mengenal Abu Batu- Pengganti Pasir Untuk Pemasangan Paving Block

Kehadiran jalan paving memang sudah jamak ditemukan di Indonesia. Daerah perkampungan dan perumahan pun kerap memilih opsi jalan ini karena dianggap lebih indah dan mampu menyerap air. Keahlian pemasangan Jasa paving block dan material yang digunakan, memegang peran vital. Salah satu material yang digunakan adalah abu batu. Apa itu? Berikut ulasannya.

Mengenai Abu Batu

Jika Anda awam dalam dunia konstruksi jalan, pasti nama ini tidak pernah Anda dengar. Pada dasarnya, abu batu dikenal sebagai material konstruksi yang dibuat dari sisa pemecahan batu dan hasil sampingan industri semen. Jika ditelisik lebih jauh, sebenarnya material ini masuk dalam agregat bahan campuran untuk pengaspalan dan alternatif pasir.

Menariknya, material ini sendiri adalah bahan pokok dari batako press dan gorong gorong. Bahannya sangat keras dan menjadi komposisi wajib dalam produksi pembuatan produk tersebut. Tidak hanya itu, sebenarnya abu batu pun hadir sebagai bahan sisa dari proses pengambilan pasir dari sungai.

Batu batu yang ikut terbawa pada proses pengambilan pasir pun tidak bisa masuk dalam proses produksi semen. Alhasil, batu tersebut dihancurkan hingga memiliki bentuk abu kecil. Jasa paving block sendiri tidak jarang menggunakan material ini. Namun, tentunya intensitasnya tidak sebanyak penggunaan pasir. Karena tren pembangunan mulai bergeser.

Nilai Plus Dari Abu Batu

Yuk Mengenal Abu Batu- Pengganti Pasir Untuk Pemasangan Paving Block

Lantas apa yang membuat abu batu menarik dan bisa digunakan sebagai alternatif pasir? Jika dipertimbangkan dengan baik, bahan acap digunakan sebagai bahan utama untuk campuran beton. Produk seperti paving block, kanstein jalan, grass block, dan lain sebagainya memiliki 80% komposisi abu batu di dalamnya.

Persentase yang tinggi tersebut tidak hadir tanpa alasan. Pasalnya, abu batu sendiri memiliki daya ikat yang lebih baik dari sekedar pasir. Jika dibayangkan, pasir akan mudah terurai apabila terkena air. Namun, abu batu justru akan semakin mengeras dengan adanya air. Hal inilah yang membuat abu batu layak untuk dipertimbangkan saat memasang paving.

Selain kepadatan dan daya ikatnya, tak jarang jasa paving block menggunakan bahan ini karena ukuran partikelnya yang cenderung lebih kecil. Ukuran tersebut memberi potensi gelaran Lapen (lapisan penetrasi makadam) yang lebih merata. Tidak hanya itu, penggunaan Abu batu pun akan mengurangi proses pengayakan layaknya saat menggunakan pasir.

Hal ini tentunya akan mempercepat proses pembangunan jalan. Meski demikian, ukuran dari material ini sendiri tidak hanya satu. Ada berbagai pilihan yang bisa Anda pilih untuk mengoptimalkan proses pembangunan jalan. Agar tidak salah memilih, Anda pun dapat berkonsultasi dengan pihak jasa yang dipekerjakan.

Sempat dibahas akan ukuran batu dan kepadatannya. Dalam hal ini, material batu belah yang satu ini cenderung memiliki tekstur yang lebih tajam dibandingkan pasir. Jika dipertimbangkan dengan baik, tekstur tersebut akan mengurangi kebutuhan campuran semen. Dengan kata lain, Anda pun dapat menghemat pengeluaran untuk semen.

Jika Anda tertarik, tanyakan pada jasa paving block tentang ketersediaannya akan penggunaan material ini. Paving block dengan dasaran abu batu sendiri memiliki potensi untuk menghambat pertumbuhan gulma di sela selanya. Meski demikian, material ini sudah sangat jarang digunakan. Karenanya, tanyakan terlebih dahulu agar Anda tidak merasa dirugikan.

Jika diambil garis merahnya, abu batu memang kerap menjadi pilihan material untuk Lapen. Meski dianggap cukup lawas, namun Abu batu sendiri masih dianggap mampu menjadi pengganti pasir. Bahkan tak sedikit yang memilih material ini karena dianggap lebih murah, memiliki kemampuan ikat lebih baik, tidak rentan gulma dan ukurannya sangat kecil.

 

Leave a Comment