Yuk Mengenal Lebih Jauh Jenis Kanstin Paving Block Dan Fungsinya

Memasang paving bukan sekedar menata setiap bloknya. Di dalam proses pemasangannya sendiri diperlukan penggunaan blok yang berfungsi sebagai pengunci posisi paving lainnya. Block tersebut disebut juga dengan kanstin. Namun kanstin paving block juga memiliki fungsi sebagai pembatas sisi dengan berbagai jenis yang berbeda. berikut ulasannya.

Beberapa Jenis Kanstin Yang Bisa Disandingkan Dengan Paving

1. Kanstin Taman

Kanstin atau blok yang satu ini adalah material yang paling sering digunakan di area perumahan. Baik itu untuk jalan atau untuk kebutuhan lantai outdoor rumah individual, kansteen jenis ini adalah yang paling diminati. Menariknya, kanstin ini pun sering juga disebut dengan nama jepit. Ada beberapa alasan mengapa jenis ini begitu populer.

Yang pertama adalah ukurannya yang cenderung lebih kecil. Umumnya, blok ini memiliki panjang 40 cm dan tinggi 20 cm. Sedangkan tingginya hanya sekitar 10 cm saja. Dengan begitu, harga permeternya pun cenderung lebih bersahabat. Fungsinya sendiri mencakup menjaga posisi paving, menahan tanah, dan sebagai pembatas jalan cluster kecil.

2. Kanstin Trotoar

Kanstin paving block yang satu ini memiliki dimensi yang jauh lebih besar. Yakni sekitar panjang 40 cm, tinggi 28, dengan ketinggian 25 cm. Karena ukuran tersebut, maka tak heran jika model ini digunakan untuk kebutuhan pembatas trotoar jalan kota, kampus, perumahan, atau kantor. Karena ukuran tersebut pula, maka model ini cocok untuk jalanan medium.

3. Kanstin S

Model S mendapatkan namanya dari tampilan permukaan yang menyerupai huruf S. Gelombang tersebut pun membuatnya memiliki nama kansteen salur air. Menariknya, jenis yang satu ini memiliki cara pemasangan dengan posisi tidur. Dengan begitu, block paving pembatas ini dapat memberikan tali air yang mengarah pada saluran pembuangan.

4. Kanstin Parkir

Untuk Anda yang ingin memasang struktur lantai carport atau lahan parkir dengan paving, ada baiknya untuk memiliki kansteen yang satu ini. kanstin paving block parkir masuk pada tipe tegak. Yang mana dari samping tampak tegak, memiliki bentuk persegi panjang, namun memiliki permukaan yang sedikit teriris sekitar 80,5°. Sehingga tidak memiliki sudut tajam.

Menariknya, tipe yang satu ini juga memiliki varian ukuran yang cukup luas. Pada umumnya, Anda dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan ukuran lahan. Untuk ukuran umumnya, block pembatas parkir ini memiliki tinggi sekitar 10 – 15 cm saja. Tinggi tersebut disebut cukup untuk menghentikan ban tanpa menggores bumper mobil.

5. Kanstin DKI (jumbo)

Untuk blok yang satu ini, secara tampilan sama dengan kanstin trotoar. Namun dalam ukuran lah yang membuatnya berbeda. Pasalnya, dimensi block yang satu ini jauh lebih besar dari jenis sebelumnya. Dalam hal fungsi, block ini pun tidak jauh berbeda karena lebih difungsikan sebagai pembatas trotoar untuk jalan jalan utama perkotaan.

Tak heran jika block ini juga disebut dengan nama kanstin jumbo. Sayangnya, jenis ini bukanlah kanstin paving block umum. Blok ini dibuat dengan material beton yang memiliki kekokohan lebih tinggi. Sehingga cocok untuk kebutuhan jalan yang memiliki beban lebih besar, seperti mobil dengan angkutan berat. Karena itulah blok ini paling sering ditemukan di jalanan utama.

Karena dimensi dan bentuk yang berbeda, maka setiap jenis kanstin memiliki keunikan tersendiri. Pada dasarnya memang block serupa digunakan untuk pinggiran, pembatas, dan pengunci paving. Namun karena memiliki ukuran dan bentuk yang tidak sama, maka penempatannya pun disesuaikan dengan kebutuhan serta fungsinya.

Leave a Comment